Oct 092009
 
gempa padang (kompas.com)

gempa padang (kompas.com)

Mungkin bagi sebagian dari kita yang belum pernah merasakan gempa secara langsung, tidak merasakan sepenuhnya bagaimana perasaan yang benar-benar ikut hancur lebur seiring luluh lantaknya tempat tinggal, bangunan, tempat beraktivitas dan sebagainya akibat bencana alam gempa ekstra kuat seperti yang terjadi di Padang dan sekitarnya akhir bulan lalu.

Kita hanya bisa merasakannya melalui berbagai pemberitaan di media massa. Dari situ saja kita sudah bisa membayangkan bagaimana bakal susahnya para korban gempa menghilangkan kesedihan bahkan perasaan trauma mereka. Walau pun begitu, ternyata ada sebagian korban yang punya kisah unik dan lucu saat gempa terjadi, dan ini bisa menjadi sedikit kenangan positif bagi mereka sekedar mengurangi kepedihan.

Saya kutip dari Antara, ini sebagian kisahnya.

*

Nurmaili (40 tahun), seorang guru Sekolah Dasar yang ditemui di posko pengungsi di Desa Pandan, di tepi Danau Maninjau, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, menceritakan kejadian lucu saat gempa tiba-tiba datang mengguncang, Rabu (30/9) lalu.

Saat itu wanita yang biasa dipanggil Buk Elly tersebut sedang berada di rumah bersama dua anaknya, Hariska (kelas 2 SMP) dan Farhan Azhari (kelas 3 SD). Sang suami Surya Sef (45 tahun) sedang mandi di kamar mandi, sedang si bungsu Azril (3 tahun) sedang bermain di jalan di tepi danau.

Elly bersama Hariska sedang membungkus makanan berupa permen dan makanan `snack` untuk persiapan ulang tahun kesembilan Farhan besok harinya (1 Oktober).

Begitu terasa goncangan hebat, mereka langsung berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri, sementara sang suami keluar belakangan dengan hanya menggunakan handuk yang membelit pinggangnya.

Si bungsu Azril yang panik langsung berlari menyambut Surya sambil berpegangan erat-erat pada handuk ayahnya di tepi jalan. Kondisi yang serba kalut tersebut membuat semua warga desa dilanda kepanikan dan Elly melihat suami tiarap dengan kondisi telanjang bulat karena handuknya sudah terlepas.

“Awak sangko Uda tajilapak di tapi jalan, ruponyo Uda menyuruah kami tiarap (Saya kira Uda terjatuh di tepi jalan, ternyata dia menyuruh kami tiarap),” kata Elly sambil tertawa terkekeh-kekeh.

Saat bercerita, sudah tidak terlihat lagi kesan sedih dan ketakutan pada wajah Elly.

“Saya mencoba untuk mengingat hal-hal yang menurut saya lucu, biar saya tidak stress karena saya sudah tidak ada apa apa lagi karena sebagian rumah saya hancur,” ujarnya.

Elly yang juga bertugas sebagai sekretaris di Posko Bencana di desa Pandan itu ternyata masih mempunyai cerita lucu lain. Kali ini bukan cerita mengenai suaminya, tapi tentang orang lain yang dia lihat saat terjadi kepanikan.

“Saya lihat seorang laki-laki sedang buang air besar di pinggir danau, tapi begitu terjadi gempa dia lari tunggang langgang tanpa sempat memasangkan celananya. Dia baru bisa cebok di sawah dekat rumah setelah berlari sekitar 100 meter,” katanya Elly yang kembali tertawa terbahak-bahak.

Keesokan harinya, ternyata teman-teman Farhan masih ingat kalau hari tersebut adalah ulang tahunnya dan mereka datang ke rumah untuk menanyakan bungkusan yang telah disiapkan untuk mereka.

“Dasar anak-anak, mereka ternyata ingat kalau hari itu Farhan ulang tahun karena mereka selalu diberi bungkusan berisi permen dan snack. Untung bungkusan tidak rusak dan saat itu juga dibagikan,” katanya sambil tersenyum.

*

Mungkin dengan sedikit kisah-kisah lucu yang tersimpan sebagai bagian dari musibah itu, mereka dapat membangun kembali semangat hidup dan kehidupan mereka yang sempat hancur.

Semoga.

.

  • i

  15 Responses to “Cerita Lucu Di Balik Musibah Gempa”

  1. (maaf) izin mengamankan PERTAMA dulu. Boleh kan?!
    Saya sendiri belum pernah mengalami gempa. Paling ikut merasakan sedikit goyangan saya. Seperti sewaktu terjadi gempa di Yogya dan Sleman.

  2. pernah ngalamin tapi gempa kecil banget

  3. namanya juga lagi panik brow..
    gw aj klo ada gempa trus gw lagi mandi
    paling juga gw langsung ngacir keluar rumah ngga mikir pake baju dulu..
    yg penting selamat dulu aj.. :-)

  4. ckkwkaka…….

  5. Salam kenal. meramaikan sahabat dan memanjangkan silaturahmi. Saya turut berduka dengan apa yang berlaku di Padang. Mudahan doa kita sentiasa ditadahkan untuk kesejahteraan mereka. info dan tulisan yang bermanfaat.

  6. gempa itu…

  7. Iya sih, Zon cerita waktu gempa kayak gitu emang lucu, tp kayaknya yg ngalamin bakal malu seumur-umur tuh, apalagi kl srng jd ledekan tetangga.
    Waktu gempa di Yogya jg bnyk tuh cerita kyk gt di tmptku, tp yg bnr2 lucu (sekaligus haru) itu waktu aku dan keluarga tinggal di barak, kita sampe menyebut diri pengungsi eksekutif krn yg laen pd sedih kt ketawa2 trs tiap hari,yah…di saat2 spt itu kt hrs pandai2 menghibur diri kan?

  8. pernah mengalami semacam itu… tapi krn listrik putus… di kompleks saya… (di kira ada kebakaran)

  9. doh mas sakit perut saya nahan tawa…. :) kebayang si Bapak tiarap buat nyembunyiin senjata…

  10. buseeeeeeeeeeeeeeetttt ceboknya di sawaaaaahhh … padi nya!? masa nanti dikirim ke kota n orang orang kota makan … *tau ndiri pasti*

  11. @ jessica: nasi yang tiap hari kita makan itu pupuknya darimana non? Dari ee domba loh, justru lebih bagus pake kotoran daripada pake pupuk kimia.
    @ admin: sewaktu saya jadi relawan gempa jabar, tepatnya pangalengan. Hampir setiap minggu sekurang-kurangnya ada gempa kecil. Yang bikin shock klo gempanya kejadian pas tengah malam saat orang-orang lelap akan tidurnya. Bangun karena kaget bukannya langsung lari justru malah diam tak berkutik dan si kaki tiba-tiba mati langkah ga bisa diangkat sama sekali. Ternyata bukan saya saja yg ngerasa kayak gitu, teman-teman yg lain pun ngerasa hal yg sama. Sampe gempanya reda, kami justru terbengong-bengong di kasur sambil ngeliatin benda-benda yg bergoyang. Gimana jadinya klo gempa ga berhenti-henti ampe rumah ambruk…
    Selain kisah lucu, tentunya ada kisah heroik yg membuat orang melakukan hal yang sangat luar biasa dan bahkan klo diulangi lagi justru ga bisa dilakukan.

  12. ini posting lama yah.
    aq di jakarta juga udah berberapa kali ngalamin gempat
    di parkiran kantor. mobil pada lari sana sini.
    yang kasihan yang lagi hamil terus kerja di lantai 30 di perkantoran senayang.
    pada lari cepet cepet lewat tangga darurat.
    ada yang kejepit, ada yang teriak keinjek.
    pas udah sampe bawah. gempanya udah reda.

 Leave a Reply

(required)

(required)


8 − six =

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

zStickyBar Widget by inimu.com