Mar 212010
 
Komjen Pol Susno Duadji (tb)

Belakangan ini sedang seru-serunya ribut-ribut di institusi kepolisian republik kita satu-satunya ini :). Para petinggi Polri seperti kebakaran jenggot dengan berbagai tudingan dari anggotanya sendiri, Komjen Pol Susno Duadji yang belum lama ini dicopot dari jabatannya sebagai Kabareskrim Mabes Polri.

Apa ini hanya sebuah ungkapan rasa sakit hati dari seorang Susno, atau memang sekedar mengungkapkan kebenaran, hanya yang bersangkutan yang tahu. Yang pasti kita cuma bisa berharap apa pun motifnya, kalau ada kebobrokan ya harus diungkap dan diproses secara hukum. Betul? Okelah kalau begitu :lol:


*

Mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri Susno Duadji mengatakan, Polri melakukan pembohongan besar kepada rakyat. Pasalnya, niat awal mengusut tuntas laporannya terkait adanya praktik makelar kasus di Mabes Polri yang turut melibatkan para jenderal, Mabes Polri malah memanggilnya untuk diperiksa terkait pelanggaran profesi.

Makelar kasus yang dibeberkan Susno sehubungan dugaan kasus korupsi yang melibatkan penyidik polisi dan pegawai pajak senilai Rp 25 miliar. “Ini suatu pemutarbalikan isu dan penarikan isu pokok (adanya makelar kasus). Ini pembohongan besar kepada rakyat,” ujar Susno, Minggu (21/3/2010) dari Palembang.

Susno pun mempertanyakan langkah perwira tinggi Polri yang melaporkannya melakukan pencemaran nama baik. Menurutnya, laporan pencemaran nama baik baru dapat dilakukan ketika jenderal berbintang tersebut dinyatakan terbukti tidak terlibat praktik makelar kasus.

Saat ini, sambungnya, Mabes Polri belum memeriksa saksi-saksi sehubungan dengan laporannya mengenai praktik makelar kasus di tubuh polisi. “Andi Kosasih belum diperiksa, PPATK sebagai saksi ahli yang sudah mengaudit juga belum diperiksa. Kemudian, penyidik internal dan para jenderal belum diperiksa. Saya sendiri, Susno Duadjo, yang mengatakan adanya makelar kasus, belum diperiksa,” ujarnya.

Mantan Kapolda Jawa Barat ini mengaku bingung dengan pernyataan Kadiv Humas Mabes Polri Irjen (Pol) Edward Aritonang bahwa apa yang dikatakan Susno adalah penistaan terhadap institusi Polri.

Pasalnya, tudingan Susno soal makelar kasus tanpa didukung fakta hukum yang dapat dipertanggungjawabkan. “Saya tidak tahu apakah sudah ada bukti-bukti bahwa para jenderal tersebut tidak bersalah,” tambahnya.

Pada Sabtu (20/3/2010), Susno mengatakan bahwa penuntasan kasus yang dilaporkannya adalah kesempatan emas bagi Reformasi Polri tahap II yang akan menciptakan kepolisian profesional.

“Silakan disurvei kepada masyarakat. Kalau Kapolri bertindak tegas kepada jenderal-jenderal nakal, maka hal ini tentu akan mengangkat citra polisi yang profesional dan menjunjung tinggi hukum,” katanya.

*

Sumber: Kompas.

.

  • i

  6 Responses to “Susno Duadji: Polri Bohong Besar”

  1. Seorang Susno walaupun dia benar tak akan kuat melawan sebuah institusi besar seperti Polri.. pasti dia sendiri yg akan dinyatakan bersalah.. coba aja.. lihat kasus wiliardi wizard walaupun dia sudah bersumpah mengatakan yg sebenarnya.. kan tetep aja dia kena hukuman… tapi semoga aja yg benar akan nampak kepermukaan ya..

  2. Jelas bisa kalah kalau masalah susno dianggap pertarungan. Tapi disini bukan merupakan pertarungan melainkan pernyataan sikap yang menunjukkan adanya Markus di tubuh Polri.Tentu bila dibiarkan justru penyakit tsb akan semakin parah dan akan berpengaruh pada citra polri sendiri. Terlebih ungkapan Pak Susno dalam situasi yang tepat dimana semua sepakat untuk melakukan reformasi di semua istansi untuk negeri ini. Dan rakyat mendukung serta mengikuti perkembangan. Sebaiknya Pak Kapolri bersikap bijak dalam menanggapi masalah ini dan jangan terburu-buru memvonis yang memberi masukan untuk kebaikan dan kemajuan Polri dimasa mendatang. Sekarang mata rakyat telah tertuju pada soal Markus di tubuh Polri melalui media masa dll.Dan rakyat tidak mencap jelek terhadap Polisi dengan adanya kasus ini .Justru mendukung terjadinya perubahan sebagaimana diharapkan rakyat Indonesia.
    Kritikan dan saran yang positif dari semua kalangan baik dari dalam maupun dari luar harus disikapi dengan bijak. Sebab Harga diri seseorang bukan karena hartanya berlimpah ruah atau Pangkat yang Tinggi,melainkan sikapnya yang jujur dan bertindak dengan benar(bukan kebenaran yang direkayasa). Ada peribahasa sekali emas tetap emas meskipun jatuh dalam lumpur

  3. assww, pembaca yg terhormat, saya tidak kenal pak Susno tapi kami satu adat istiadat dan menurut pendapat saya dia gak usah takut lagi hadapi saja dengan BISMILLAH sudah menjadi rahasia umum HUKUM DI REPUBLIK INI sudah susah DIJADIKAN ACUAN, dan kepada pak susno berserahlah kepada ALLAH, MINTALAH BANTUN KEPADANYA ITULAH YG AKAN MEBUAT KT TENANG. ISTIGHFAR YANG BANYAK DAN BERSERAHLAH KEPADA ALLAH, DAN JAGA LISAN INSYA ALLAH SAYA DOAKAN SEMOGA KT DIBERIKAN KEKUATAN DALAM MENGHADAPI APAPUN COBAAN DIDUNIA YANG FANA INI KARNA INI HANYA SANDIWARA INGATLAH SURAH YASIN 65 : AL YAUMA NAHKTIMU ALA A AFWAHIHIM WATUKALIMINA AIDIHIM WATASHADU ARJULUHUM BIMA KANU YAKSIBUUN :Pada hari ini kami kunci mulut mereka dan berkatalah kepada KAMI tangan dan kaki meraka memberi kesaksian apa yang dahulu telah mereka kerjakan( DISINALAH PENGADILAN YANG PASTI KITA TEMUI)

  4. hidup memang sandiwara tapi kebenaran adalah hakiki 8) jangan mundur karena tekanan ancaman dan maut karena ajal adalah urusan Tuhan dan semua manusia pasti akan mati walaupun jendral berbintang lima,ingat pepatah hidup sekali jadilah berarti agar dikenang terus walau telah mati,merdeka!!! :)

  5. Ass Wr Wb, pembaca yang budiman dan terhormat masih teringat dipikiran kita dengan berita markus yang diutarakan oleh Komjen Susno Duadji yang meramaikan media cetak maupun elektronik yang sempat menggegerkan institusi Polri dan tentunya membuat resah ketar ketir bagi perwira/Jendral yang terlibat dalam kasus Gayus/Arwana mungkin sempat membuat tidur/makan/istirahat tidak nyaman. mengenai kasus susno apapun motifnya harus kita dukung demi kebaikan pemulihan reformasi instansi Polri dimata Rakyat Indonesia dari sabang – merauke. menurut hemat saya komitmen pimpinan institusi penegak hukum,seperti Kepolisian Negara Republik Indonesia dan Kejaksaan Agung, dalam upaya pemberantasan korupsi terus diragukan. pimpinan institusi penegak hukum dinilai kurang mendorong aparat untuk melaporkan harta kekayaannya secara benar. selain itu, mekanisme pemberian sanksi kepada penegak hukum yang belum atau tidak melaporkan kekayaannya juga tidak pernah dijelaskan, berarti hal itu sudah menunjukan ” tidak ada keseriusan dari pimpinan lembaga penegak hukum dalam upaya pemberantasan korupsi. :)

  6. Subhanallah, saya kagum dan simpati pada Pak Susno Duadji yang Mantan Kabareskrim Polri. Semoga Allah membukakan aib-aib orang yang munafik dalam perkara makelar kasus Gayus dan institusi polri yang belum bekerja maksimal untuk membongkarnya. Bagaimana Pak Timur Pradopo? Semoga bapak bersedia menjalani tugas bapak sesuai dengan tugas dan kewenangan bapak.Amien Untuk Pak Susno yang saya hormati dan banggakan, tetaplah pak melangkah dan berjuang untuk menegakkan kebenaran dan keadilan, meskipun pahit dirasakan sendiri dan keluarga.Percayalah, Allah SWT akan menolong bapak. Tinggal tunggu waktu saja, ko Pak.Bravo Pak Susno!

 Leave a Reply

(required)

(required)


+ 2 = eleven

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Blog Indonesia
Blog Indonesia
tekno info intermezzo
X