Apr 152010
 
maria-eva.jpg

Masih ingat dengan kasus yang bikin heboh dunia politik sekaligus dunia selebritis (dan juga dunia seks?) Indonesia tahun 2007 lalu, di mana seorang beredar luas di internet film video mesum yang “dibintangi” penyanyi dangdut Maria Eva dan politisi Golkar (waktu itu) Yahya Zaini? Mungkin semua masih ingat.

Eh, tapi tunggu dulu. Kelihatannya ada tuh yang sudah lupa dengan kasus itu, yaitu politisi daripartai-partai yang mencalonkan Maria Eva ini sebagai calon wakil bupati Sidoarjo. Hhh…

Memang, semua warga negara berhak mencalonkan dan dicalonkan sebagai pejabat di negeri ini. Tapi apa tidak ada kriteria untuk tidak mengenyampingkan aspek moral yang terkait dengan citra atau image yang melekat pada bakal calon?

Bila nantinya si calon yang sudah terlanjur dicap sebagai pemain film porno ini benar-benar resmi menjadi calon wakil bupati, tinggal keputusan pemilih lah untuk menentukan “perjudian” aspek moral ini.

*

Pedangdut Maria Eva akhirnya mau menerima pinangan dari sejumlah partai politik yang memintanya untuk ikut dalam bursa calon wakil bupati Sidoarjo, Jawa Timur, dalam pilkada mendatang.

Sebelumnya, ia mengaku menolak tawaran tersebut lantaran merasa belum siap. Pada Jumat (9/4/2010) pekan lalu, Maria Eva mengaku dilamar oleh petinggi salah satu partai. “Aku diminta untuk menjadi kandidat wakil bupati,” ujar Maria saat ditemui di kawasan Sudirman Park, Jakarta, Rabu (14/4/2010).

Maria mengaku sempat dilamar Partai Amanat Nasional (PAN). Namun, namanya tak muncul setelah partai berlambang matahari terbit itu menggelar rapat internal. Maria tak masuk hitungan. Bahkan, PAN sempat menyampaikan bantahannya bahwa PAN telah memberi rekomendasi kepada Maria.

Namun, bukan berarti peluang Maria pupus. Terjengkalnya nama Maria Eva dalam wacana balon wakil bupati dari PAN justru dimanfaatkan partai lainnya. “Sekarang aku diusung oleh partai-partai kecil. Sidoarjo jadi panas karena muncul nama aku. Kalau aku mundur, itu sudah tidak mungkin. Bola panas itu sudah bergulir, jadi harus maju terus,” katanya.

Maria mengaku belum memberikan jawabannya atas pinangan tersebut. Meski demikian, ia mengaku sudah siap untuk maju. “Sampai saat ini aku belum memberikan keputusan untuk lamaran partai tersebut, tapi aku sudah melangkah,” katanya.

Nama pedangdut Maria Eva sempat menjadi pusat perhatian ketika video mesumnya dengan anggota DPR kala itu, Yahya Zaini, beredar di jaringan internet. Akibat kasus tersebut, Yahya Zaini, yang merupakan politisi asal Partai Golkar, bahkan harus mundur dari jabatannya akibat skandal tersebut.

Maria mengakui, jika ia kelak turut dalam pilkada mendatang, ia tak mau pasang target apa pun. “Kalau tidak terpilih pun, aku enggak kecewa. Aku enggak punya obsesi untuk menjadi nomor satu. Kalau memang diminta, ya aku harus siap,” tegasnya.

*

maria-eva-foto-02.jpg

Bantah Pernah Berzina, Maria Eva Maju ke Pilkada

Artis Maria Eva membantah bahwa dia pernah berselingkuh dan berzina. “Maksudnya yang selingkuh siapa? Saya? Saya tidak pernah selingkuh apalagi berzina,” katanya.

Dia juga menyatakan tetap akan maju dalam pencalonan Bupati Sidoarjo, Jawa Timur. “Bila masyarakat Sidoarjo meminta saya dengan serius, saya akan betul-betul menjaga amanah ini dunia akhirat,” katanya melalui pesan pendek kepada Tempo.

Siang tadi, Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi mengatakan, pemerintah akan memperketat kriteria calon kepala daerah. Sejumlah syarat akan ditetapkan antara lain kandidat tidak boleh berzina dan selingkuh.

Beberapa tahun silam, video Maria Eva dengan salah satu anggota DPR, Yahya Zaini beredar. Video tersebut merekam adegan ranjang antara Maria dengan Yahya.

Namun dia menyanggah. “Dulu saya dengan Pak Yahya betul-betul nikah siri. Kalau tidak percaya, tanya sendiri sama beliau, karena Kiai yang menikahkan kami Insya Allah masih hidup sampai sekarang,” katanya.

Dia juga berkukuh agar tidak perlu mengorek masalah pribadinya. “Tidak perlu dipertanyakan lebih detail, menyangkut urusan pribadi, karena tidak ada urusan dengan pekerjaan maupun organisasi. Semua orang pasti punya masa lalu, masalahnya belum terungkap,” katanya.

*

Sumber: Kompas, Tempo.

.

  • i

  2 Responses to “Maria Eva Calon Wakil Bupati Sidoarjo”

  1. Aku setuju saja bila maria jadi pemimpin. Yaa ndak lain supaya dunia cepat kiamat kubro. Kalau garis hidupnya (qadha & qadarnya) memang tahun2 ini jadi pemimpin, ndak ada yang bakal menghentikan. Siapapun bisa jadi pemimpin; mau pezina/pelacur atau koruptor; itu khan demokrasi. Oleh karena itu, kiamat akan terjadi setelah melewati kumpulan2 (akumulasi) dari berbagai peristiwa di dunia yang mengatasnamakan DEMOKRASI “hitam”. Kalau tetap dipimpin oleh pemimpin yg baik dan bersih, walaaah…..kiamatnya jadi lama rek! Kapan aku masuk syurga niih! Jangan diundur terus kiamat itu, soalnya aku sudah bosan dengan dunia yg sudah sangat udzur ini.
    Biarkan Sidoarjo punya pemimpin seperti itu. Itu berarti rakyat Sidoarjo kualitas intelektualnya di bawah rata2 maria cs,
    akhlak rakyatnya di bawah kualitas yg maria punya dan (mungkin) juga tak ada satupun yg bisa menyamai keseksian body mulus (karena selalu diamplas) dari maria.
    He..he..he…Nyuwun sewu yaa rakyat Sidoarjo, kalau kalian pernah sekolah dan belajar budi pekerti & akhlak. apalagi alumni pesantren/sekolah Islam; maka aku haqqul yakin bahwa kalian masih mampu mendaya-gunakan otak/akal kalian dengan sebaik-baiknya demi kebaikan dan kemuliaan kabupaten Sidoarjo. Aku memang mantan pengikut iblis yg setia, tapi sekarang aku tobaaat. Oleh karena itu berbalik melawan bekas pemimpinku. Kalian bersedia menjadi pasukanku?

  2. ok…,im ready…..,

 Leave a Reply

(required)

(required)


nine − 6 =

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>