Apr 282010
 

Entah benar atau tidak apa yang disampaikan dalam film Cowboy in Paradise, sebuah film yang mengisahkan aktivitas sosial (seksual?) orang-orang tertentu yang katanya ada di Bali, membuat masyarakat Bali protes.

*

Peredaran film ‘Cowboys in Paradise’ diakui telah mengusik perasaan pemuda Kuta. Film dokumenter tentang kehidupan para gigolo di Pantai Kuta itu dinilai perlu diberikan berbagai penjelasan tambahan. Salah satunya, para pemuda yang digambarkan sebagai gigolo adalah bukan warga Kuta.

Hal tersebut diungkapkan Bendesa Adat Kuta, Gusti Ketut Sudira, dalam jumpa pers menanggapi beredarnya film ‘ Cowboys in Paradise’ di kantor Satgas Kuta, Jl Pantai Kuta, Bali, Selasa (27/4/2010).

“Saya mengakui film itu ada. Saya sempat nonton dari keponakan saya. Dia sebagai pemuda Kuta agak terusik sedikit, karena local boy disingung seperti itu,” kata Sudira.

Sudira menjelaskan, pemuda Kuta tersinggung karena tidak ada dari mereka yang berprofesi sebagai gigolo. Karena itu mereka berharap agar pembuat film Cowboys in Paradise memberikan penjelasan mengenai hal itu dalam filmnya.

“Kalau memang film itu akan diedarkan, tolong diberi penjelasan bahwa itu bukan local boy Kuta. Meskipun saya mengakui lokasi film memang di Kuta. Tapi pemudanya bukan warga kuta,” ujar Sudira.

Sebelumnya diberitakan, warga Bali digegerkan dengan beredarnya sebuah film dokumenter berjudul ‘Cowboys in Paradise’. Film yang beredar melalui internet itu mengisahkan kehidupan para gigolo yang biasa beroperasi di Pantai Kuta. Target para gigolo itu adalah turis wanita asal mancanegera.

*

Rebecca Tak Pernah Ketemu Gigolo di Bali

*

Video/Movie Trailer

*

Sumber: Detik, Kapanlagi.

.

  • i

 Leave a Reply

(required)

(required)


+ 6 = nine

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>