Jan 072011
 

Pelayanan KRL Jabodetabek belakangan kurang memuaskan para penumpang karena hadirnya sejumlah gangguan di perjalanan. Situasi serupa acapkali terjadi secara berulang-ulang.

Apabila serius, para calon penumpang atau penumpang bisa mengajukan gugatan Class Action demi perbaikan layanan dari salah satu perusahaan milik negara tersebut. Pakar Hukum Pidana Universitas Nasional (Unas) Soekarno JB menjelaskan, langkah mengajukan gugatan Class Action tidaklah rumit. Namun tetap diperlukan kesungguhan dari para penggugat.

ilustrasi-pengadilan.jpg

Tidak ada batasan jelas mengenai jumlah orang yang bisa mengajukan gugatan Class Action. Bisa, tiga, sembilan, belasan, hingga ratusan orang. “Tapi semuanya memiliki hubungan hukum dan salah satunya mewakili kelompoknya atau menguasakan kepada advokat,” terang Wakil Dekan Fakultas Hukum Unas tersebut.

Dijelaskan, gugatan Class Action harus memenuhi beberapa persyaratan, di antaranya:

  1. Numerosity, yaitu menyangkut kepentingan orang banyak, sebaiknya orang banyak itu diartikan dengan lebih dari 10 orang.
  2. Commonality, yaitu adanya kesamaan fakta dan kesamaan dasar hukum yang bersifat subtansial, antara perwakilan kelompok dan anggota kelompok.
  3. Tipicality, yaitu adanya kesamaan jenis tuntutan antara perwakilan kelompok dan anggota kelompok; Persyaratan ini tidak mutlak mengharuskan bahwa penggugat mempunyai tuntutan ganti rugi yang sama besarnya.
  4. Adequacy of Representation, yaitu perwakilan kelompok merupakan perwakilan kelompok yang layak.

Setelah semua persyaratan terpenuhi, pihak penggugat bisa mengajukan gugatan di pengadilan negeri setempat, di mana objek sengketa terjadi. Hal itu sesuai dengan pasal 118 HIR.

Surat gugatan, imbuh dia, harus berisi posita yaitu alasan-alasan mengapa penggugat mengajukan gugatan dan petitum yaitu apa yang dituntut oleh penggugat. “Tentunya gugatan itu harus dilampiri dengan bukti-bukti yang cukup, baik surat maupun bukti surat keterangan saksi atau kesaksian,” ujarnya.

Ketua Dewan Penasihat DPC Kongres Advokat Indonesia Kota Depok itu menjelaskan, di pengadilan nanti akan ada proses mediasi yang diprakarsai oleh mediator yang ditunjuk dan ditetapkan oleh Ketua Majelis Hakim yang akan memeriksa dan mengadili perkara tersebut.

Sang mediator akan membantu para pihak dalam upaya untuk mencari jalan penyelesaian secara damai. Kalau seandainya tak terjadi perdamaian, maka perkara akan dilanjutkan dengan proses jawab menjawab para pihak yang bersengketa dengan mengajukan alat-alat bukti yang berkaitan dengan perkara tersebut.

“Mengenai apakah akan dikabulkannya tuntutan atau tidak, semua yang menilai adalah hakim apakah patut atau tidak,” tandasnya.

Lantas apakah gugatan Class Action efektif atau tidak? Soekarno menegaskan bersifat relatif. Sebab tergantung pada objek sengketa dan orang yang mengurusnya. “Kalau memang serius dan objek sengketanya konkret, ya efektif,” tegasnya. [Okezone]

.

  • i

 Leave a Reply

(required)

(required)


− seven = 2

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Blog Indonesia
Blog Indonesia
tekno info intermezzo
X