Seorang ilmuwan membantah teori medan magnet menjadi penyebab bergeraknya kendaraan ke atas dengan sendirinya yang terjadi di Banyumas, dan menyimpulkan bahwa fenomena itu hanyalah sebuah ilusi gravitasi. Sebaliknya, sebagian orang mungkin tidak langsung setuju begitu saja dengan hasil penerlitian ilmuwan tersebut bila melihat video berikut ini. Yang mana yang benar? Hmmm…

Masyarakat sempat dihebohkan dengan adanya fenomena unik sekaligus aneh dan misterius di Desa Limpakuwus, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas Jawa Tengah. Di tempat itu, berbagai jenis kendaraan bisa mundur dengan sendirinya ‘naik’ ke arah tanjakan meski kondisi mesin dimatikan, diduga ditarik oleh sebuah kekuatan daya tarik medan magnet.

Ilmuwan membantah adanya fenomena medan magnet raksasa di Banyumas, Jawa Tengah. Peristiwa bergeraknya kendaraan seperti ditarik ke arah atas sebuah ‘tanjakan’ di jalan kecil itu bukan karena magnet, melainkan ilusi gravitasi.

“Ini hanya ilusi optik atau ilusi gravitasi,” kata pakar geologi dari Universitas Soedirman Purwokerto, Muhammad Azis, dalam perbincangan dengan VIVAnews.com, Selasa 19 April 2011.

Azis saat ini masih berada di lokasi yang menghebohkan warga itu, di Desa Limpakus, Kecamatan Sumbang. Lokasi yang menghebohkan ini adalah sebuah jalan kecil yang bersanding dengan wilayah lembah atau jurang kecil.

Bila disusur dari arah utara ke selatan, secara kasat mata jalan kecil ini terlihat seperti sebuah tanjakan di arah selatan. Nah, saat mobil atau motor yang tidak dinyalakan mesinnya berdiri di atas lokasi itu, keduanya bergerak ke arah puncak tanjakan. Seperti ditarik oleh sesuatu.

Azis melakukan dua percobaan sederhana di lokasi itu. Pertama, percobaan mendasar yakni dengan menggunakan alat bantu arah mata angin, kompas. Kompas yang digunakan di lokasi itu tidak terganggu sama sekali.

Menurut Azis, bila di lokasi itu ada medan magnet raksasa, maka jarum pada kompas akan bergerak kacau tidak beraturan. “Tapi ini tidak, kompasnya normal,” kata Azis. Dengan kompas ini sebenarnya sudah cukup bukti bahwa di lokasi itu tidak ada medan magnet.

Azis mencoba melakukan percobaan sederhana kedua. Dia melempar botol air mineral plastik ke arah utara. Botol itu ternyata jatuh ke arah selatan. “Ini artinya, di lokasi itu sebenarnya bukan tanjakan, tapi turunan,” kata pria yang juga pakar Petrologi Mineralisasi ini.

Ternyata, lokasi yang terlihat seperti tanjakan itu sebenarnya adalah turunan. Azis pun meneliti kemiringan di lokasi itu. “Benar, di situ adalah turunan dengan kemiringan atau elevasi 2 derajat,” ujar dia. Kemiringan 2 derajat itu berada sepanjang sekitar 18 sampai 20 meter. Fenomena ilusi gravitasi atau ilusi optik ini juga terjadi di Gunung Kelud, Jawa Timur.

Meski demikian, Azis mengakui batuan di lokasi itu memang memiliki sifat magnetik. “Permukaan batuan di sini memang terdiri dari lava andesit. Itu memiliki sifat magnetik,” ujar pria lulusan pascasarjana Institut Teknologi Bandung ini. [Vivanews]

.

  • i

 Leave a Reply

(required)

(required)

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

:wink: :-| :-x :twisted: :) 8-O :( :roll: :-P :oops: :-o :mrgreen: :lol: :idea: :-D :evil: :cry: 8) :arrow: :-? :?: :!:
What is 3 + 14 ?
Please leave these two fields as-is:
IMPORTANT! To be able to proceed, you need to solve the following simple math (so we know that you are a human) :-)
   
Blog Indonesia
Blog Indonesia
tekno info intermezzo
© 2011 ♔ tekno ♕ info ♖ intermezzo ♗ inimu.com ♘ Suffusion theme by Sayontan Sinha